Promo Sebar Iklan
Promo hari ini 👉 Buruan sebar iklan massal murah ke 1.000 website, hanya 150 ribu! 👉 Posting iklan di website Iklan Backlink ini hanya Rp10.000 rupiah iklan tampil selamanya, hubungi Kami! 👉 Jangan sungkan untuk kerjasama lainnya, hubungi Kami juga!
thumbnail

WNI Tewas di Sidney, Dibunuh Bekas "Jaringan Bali Nine"

Media Sosial - Perempuan dengan identitas Indonesia ditemukan tewas di Kota Sydney, Australia, Kamis (7/4) malam waktu setempat dalam keadaan tanpa busana. Jasadnya mengambang di muara Sungai Parramatta yang populer menjadi lokasi pelesir warga Sydney.

Korban bernama Miming Listiyanti (27), oleh polisi diduga kuat dibunuh oleh pria bernama Khanh Thanh Ly (35). Aparat setempat sudah menangkap tersangka.

Miming Listiyanti, WNI yang dibunuh di Sidney

Ly adalah bekas narapidana yang dipenjara tujuh tahun karena terlibat jaringan penyelundup narkoba Bali Nine. Dia kenal dekat, bahkan satu SMA dengan Myuran Sukumaran, terpidana kasus narkoba di Indonesia yang sudah dieksekusi mati tahun lalu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (8/4), Ly ditangkap saat berada di dekat jasad Miming. Lelaki ini juga dalam keadaan telanjang. Tersangka Ly sempat mencoba kabur, namun kemudian berhasil dibekuk aparat, lalu dibawa ke markas kepolisian di Burwood.

Belum diketahui pasti apakah ada hubungan khusus antara Ly dan mendiang Miming. Korban baru saja kembali dari Indonesia sebelum tewas. Dari pelacakan Facebook, keduanya saling berteman.

Sungai Parramatta, Tempat Mayat Miming Listiyanti Ditemukan

"Tersangka adalah orang yang biasa masuk daftar pantauan kami karena rekam jejak kejahatannya," kata Inspektur Polisi Mark Jones.

Ly dibekuk polisi antinarkoba Australia pada 2007. Dia tercatat tiga kali terbang ke Bali menjadi kurir barang haram itu atas perintah Myuran Sukumaran.

Dari olah TKP, terdapat jejak kaki bercampur darah dekat muara sungai. Polisi sepanjang hari ini menggeledah kediaman Ly untuk mencari barang bukti serta kemungkinan motif pembunuhan.

Sampai sekarang belum diperoleh konfirmasi dari KJRI Sydney atau Kementerian Luar negeri tentang indentitas korban.


Sumber: Merdeka.com
Jadi Mitra Unikbaca.com